Please wait...


Click 2x To Visit Link



Image credit: LADBible

Sebuah produk tentu tidak akan berkembang jika enggan menanggapi keluhan dan saran. Seperti yang baru saja dialami oleh perusahaan Valve dengan aplikasi besutannya, yaitu Steam. Salah satu peneliti keamanan, Artem Moskowsky sempat menemukan bug di dalam infrastruktur Steam. Dia mengatakan bahwa bug tersebut sangat berbahaya bagi perkembangan Valve ke depannya. Jika benar terjadi, maka semua pengguna mendapatkan akses ke sejumlah Steam Key untuk game-game di dalam aplikasi tersebut.
Apabila semua pengguna memiliki akses ke semua Steam Key, maka mereka bisa mendapatkan profit, yaitu menjual game-game yang ada di dalam Steam ke konsumen. Dilansir dari Destructoid, Moskowsky langsung melaporkan hal itu ke pihak Valve. Setelah perusahaan ini mendapatkan laporan tersebut, Moskowsky dibayar senilai US$ 20.000 atau setara dengan Rp 296 juta! Dengan jumlah yang sangat banyak, Valve rupanya tidak main-main dalam membayar orang, apalagi ini berkaitan dengan sistem keamanan.
Informasi menarik lainnya yang perlu diketahui adalah, Moskowsky rupanya tidak bekerja dengan hal-hal yang berkaitan dengan hack. Berbicara kepada The Register, dia mengatakan, "Untuk mengeksploitasi kerentanan itu, hanya diperlukan untuk membuat satu permintaan. Saya berhasil melewati verifikasi kepemilikian permainan dengan cara mengubah satu parameter. Setelah itu, saya dapat memasukkan ID apa saja ke dalam parameter lainnya dan mendapatkan set kunci apa saja." 
Dalam poin tertentu, Moskowsky menghasilkan 36.000 Steam Key untuk Portal 2, dengan memasukkan kode secara acak ke dalam permintaan. Jika ada yang mengambil jumlah kunci tersebut ke situs lain, maka mereka mendapatkan banyak keuntungan dalam beberapa menit saja. Hal ini tentu sangat merugikan pihak Valve, dimana mereka nantinya tidak memiliki penerimaan pembayaran dari para penggunanya. Mereka langsung memperbaiki bug, dalam waktu yang sama ketika membayar Moskowsky.
Go To Link