Please wait...


Click 2x To Visit Link


Sistem operasi Android. (Foto: Android/Twitter)

Era smartphone Android dengan teknologi layar lipat sudah di depan mata. Setelah produsen ponsel asal China, Royole Corporation, berhasil menciptakan ponsel Android layar lipat pertama di dunia dengan produknya FlexPai, kini giliran Samsung yang mengenalkan purwarupa smartphone layar lipat fleksibel dengan Infinity Flex Display.
Google, selaku pengembang sistem operasi Android, menunjukkan sikap mendukung kehadiran smartphone berteknologi layar lipat. Hal ini disampaikan langsung di acara Android Developer Summit, yang berlangsung pada 7 sampai 8 November 2018.
Wakil presiden bidang teknik Android di Google, Dave Burke, mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah menyiapkan panduan bagi para pengembang aplikasi untuk memanfaatkan fitur di Android agar karyanya bisa disesuaikan dengan smartphone layar lipat. 
"Meningkatkan Android untuk memanfaatkan faktor bentuk baru ini dengan sedikit bekerja seperlunya,” katanya dalam acara Android Developer Summit yang digelar di California, AS, Selasa (7/10).
Pernyataan dukungan Google untuk desain smartphone layar lipat tersebut bertepatan dengan pengenalan teknologi Infinity Flex Display buatan Samsung. Produsen smartphone asal Korea Selatan itu telah menjalin kerja sama dengan Google untuk saling bantu menyempurnakan teknologi smartphone layar lipat.
Cara Google dalam mendukung smartphone Android layar lipat adalah dengan mengarahkan pengembang ke fitur yang sudah ada yang disebut "screen continuity." 
Fungsi ini merupakan aplikasi Android API (Application Programming Interface) yang digunakan untuk mengetahui kapan ukuran layar berubah ketika dilipat. Jadi, agar aplikasi Android-nya bisa berjalan di ponsel layar lipat, pengembang harus mengimplementasikan fitur ini dengan benar.
“Bekerja sama dengan mitra OEM (Origina Equipment Manufacturer) kami untuk memastikan kami memiliki API untuk pengembang,” ungkap direktur manajemen produk Android di Google, Sagar Kamdar.
Android bukan satu-satunya platform yang mendorong perangkat layar lipat, perusahaan teknologi lain, seperti Intel dan Microsoft, juga berlomba-lomba untuk mendukung generasi teknologi baru ini.


Go To Link